Hari itu, Kamis tanggal 15 April 2011. Seperti sebelum-sebelumnya, hari Kamis memberikan tekanan tersendiri bagi saya. Mata kuliah hari itu memang cuma satu. Tapi horornya minta ampun. Beruntung, kami mendapat pencerahan dari Pak Mul mengenai materi yang tidak kami pahami sebelumnya. Thanks God !
Setelah perkuliahan selesai, saya dan teman-teman Exist lainnya melakukan serangkaian kegiatan yang menyenangkan. Hari ini, jadwal kami adalah online bareng di Café Ogie di Abdesir. Saya ke sana bersama teman lainnya, yaitu, Indah, Wilda, Kiky, Anni, Dita, Lili, Tria, Boen, dan Mini. Seperti biasa, Liox ( mobil Boen.red ) kembali menjadi korban karena massa yang melebihi kapasitasnya. Di sana ada beberapa teman dan adik-adik 2010 yang sudah datang lebih dulu. Kami menghabiskan waktu selama kurang lebih 4 jam di sana.
Karena terdesak dengan waktu semakin malam dan kondisi perut yang tak dapat ditolerir lagi, kami pun beralih ke agenda selanjutnya. Awalnya kami sempat terkendala masalah transportasi. Tapi Tuhan memang selalu menyelipkan orang baik di tengah-tengah masa sulit. Dan orang yang Tuhan kirimkan untuk kami adalah Achos, junior angkatan 2010. Kami akhirnya meluncur menuju rumah makan Mie Awa’ yang terletak di jalan Pattimura. Sayangnya, tidak semua teman ikut untuk makan malam bersama. Setelah makan, kami langsung beranjak dari tempat yang tak pernah sepi itu karena malam semakin larut. Karena Achos harus segera pulang dan pesanan Lili dan Adnan tak kunjung datang, maka dengan senang hati, kami pun memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk dinner berdua.
Jam menunjukkan pukul 22.15. Achos benar-benar menjadi malaikat malam itu karena mau mengantar kami sampai ke rumah Indah. Saya, Kiky, Wilda dan Anni, memutuskan untuk nginap di rumah Indah karena tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Untuk yang satu ini, sungguh di luar rencana kami. Tapi tak apalah. Lagipula sangat menyenangkan bisa bercerita dengan mereka sampai tengah malam. Jika bersama Exist, memang tidak pernah kehabisan bahan untuk dibagi. Apalagi Princess of Rumor juga ikut terlibat. Kami membahas tentang kehidupan pribadi ( Anni jadi sasaran empuk ), tentang teman-teman Exist, termasuk tentang kronologis dari kejadian-kejadian yang kami alami seharian itu.
Kami bangun pukul 08.00 ( don’t try this at home, girls ). Saya dan Anni bergegas sholat Subuh yang sebenarnya lebih mirip sholat pagi. Kiky terbangun dan langsung teringat beasiswa yang dikabarkan hari itu akan cair. Sementara Wilda bilang kalau dia biasanya bangun jam 2 siang ( maklum, tiap hari nge-ronda ). Untuk sarapan, kami menyantap roti dan susu. Setelah itu, kami kembali ke kamar indah. Kembali berkumpul di atas tempat tidur seperti sarden.
Setelah perkuliahan selesai, saya dan teman-teman Exist lainnya melakukan serangkaian kegiatan yang menyenangkan. Hari ini, jadwal kami adalah online bareng di Café Ogie di Abdesir. Saya ke sana bersama teman lainnya, yaitu, Indah, Wilda, Kiky, Anni, Dita, Lili, Tria, Boen, dan Mini. Seperti biasa, Liox ( mobil Boen.red ) kembali menjadi korban karena massa yang melebihi kapasitasnya. Di sana ada beberapa teman dan adik-adik 2010 yang sudah datang lebih dulu. Kami menghabiskan waktu selama kurang lebih 4 jam di sana.
Karena terdesak dengan waktu semakin malam dan kondisi perut yang tak dapat ditolerir lagi, kami pun beralih ke agenda selanjutnya. Awalnya kami sempat terkendala masalah transportasi. Tapi Tuhan memang selalu menyelipkan orang baik di tengah-tengah masa sulit. Dan orang yang Tuhan kirimkan untuk kami adalah Achos, junior angkatan 2010. Kami akhirnya meluncur menuju rumah makan Mie Awa’ yang terletak di jalan Pattimura. Sayangnya, tidak semua teman ikut untuk makan malam bersama. Setelah makan, kami langsung beranjak dari tempat yang tak pernah sepi itu karena malam semakin larut. Karena Achos harus segera pulang dan pesanan Lili dan Adnan tak kunjung datang, maka dengan senang hati, kami pun memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk dinner berdua.
Jam menunjukkan pukul 22.15. Achos benar-benar menjadi malaikat malam itu karena mau mengantar kami sampai ke rumah Indah. Saya, Kiky, Wilda dan Anni, memutuskan untuk nginap di rumah Indah karena tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Untuk yang satu ini, sungguh di luar rencana kami. Tapi tak apalah. Lagipula sangat menyenangkan bisa bercerita dengan mereka sampai tengah malam. Jika bersama Exist, memang tidak pernah kehabisan bahan untuk dibagi. Apalagi Princess of Rumor juga ikut terlibat. Kami membahas tentang kehidupan pribadi ( Anni jadi sasaran empuk ), tentang teman-teman Exist, termasuk tentang kronologis dari kejadian-kejadian yang kami alami seharian itu.
Kami bangun pukul 08.00 ( don’t try this at home, girls ). Saya dan Anni bergegas sholat Subuh yang sebenarnya lebih mirip sholat pagi. Kiky terbangun dan langsung teringat beasiswa yang dikabarkan hari itu akan cair. Sementara Wilda bilang kalau dia biasanya bangun jam 2 siang ( maklum, tiap hari nge-ronda ). Untuk sarapan, kami menyantap roti dan susu. Setelah itu, kami kembali ke kamar indah. Kembali berkumpul di atas tempat tidur seperti sarden.
At Anfield room
Pukul 11.00, kami berpamitan dengan mamanya Indah. Tapi beliau bilang kalau dia sudah memesan makanan untuk makan siang kami. Jadi kami pun menunggu hingga selesai makan siang. Pukul 12.15, kami akhirnya harus benar-benar pulang. Kami kembali berpamitan dengan mamanya Indah yang tengah sibuk dengan setrikaannya.
Saya, Kiky dan Anni sempat transit ke Mall Panakukkang untuk mengecek beasiswa di ATM. Hasilnya nihil. Dengan perasaan kecewa karena tak ada pundi-pundi rupaih yang masuk ke rekening, kami pulang ke rumah masing-masing. Dan mengakhiri hari yang melelahkan itu.
Terima kasih buat teman-teman yang telah berpatisipasi dalam agenda Kamis lalu.
Terima kasih buat Achos yang rela di serbu gadis-gadis berisik sejagad raya.
Terima kasih buat Indah yang telah menampung kami di Anfield. Mama dan Bapaknya Indah yang memperlakukan kami seperti keluarga sendiri. Dan maaf telah banyak merepotkan.
Semoga akan ada hari yang lebih menyenangkan bersama kalian.
Anyway, sepertinya asik juga kalo Sleepover dimasukkan dalam agenda kita selanjutnya…
Saya, Kiky dan Anni sempat transit ke Mall Panakukkang untuk mengecek beasiswa di ATM. Hasilnya nihil. Dengan perasaan kecewa karena tak ada pundi-pundi rupaih yang masuk ke rekening, kami pulang ke rumah masing-masing. Dan mengakhiri hari yang melelahkan itu.
Terima kasih buat teman-teman yang telah berpatisipasi dalam agenda Kamis lalu.
Terima kasih buat Achos yang rela di serbu gadis-gadis berisik sejagad raya.
Terima kasih buat Indah yang telah menampung kami di Anfield. Mama dan Bapaknya Indah yang memperlakukan kami seperti keluarga sendiri. Dan maaf telah banyak merepotkan.
Semoga akan ada hari yang lebih menyenangkan bersama kalian.
Anyway, sepertinya asik juga kalo Sleepover dimasukkan dalam agenda kita selanjutnya…
Ada yang bisa jelaskan, anak ini kenapa ?
Duo konde !




0 komentar:
Posting Komentar