Kalo kalian mengira saya akan menuliskan sinopsis telenovela remaja, itu salah ! Amigos por siempre itu dari bahasa Spanyol yang artinya friends forever atau teman selamanya. Sudah setahun ini saya tertarik pada bahasa Spanyol. Tapi kenyataannya, masih aja gak jago menggunakan bahasa ini. Sebenarnya, saya juga berminat mempelajari bahasa-bahasa lain seperti, Perancis, Korea, Jepang, dll. Tapi kapasitas otakku saja tidak bisa menampung grammar dalam bahasa Inggris. Jadi untuk mempelajarinya, saya lakukan secara otodidak, yaitu dengan membaca buku dan menonton film-film dari negara tersebut.
Oke, kembali ke benang merahnya. Saya mendedikasikan tulisan saya ini khusus untuk teman-teman kuliah saya, Exist 08. Meskipun gak dekat dengan semua teman seangkatan, tapi saya selalu merasa bahwa mereka membawa kenyamanan ketika kami bersama. Sebenarnya gak nyangka juga bisa semenyenangkan ini menjalin sebuah persahabatan dengan mereka. Bahkan saya sudah menganggap mereka saudara-saudara saya sendiri.
Flashback waktu masih semester-semester awal, saya cuma dekat dengan lima orang teman saya, yaitu Kia, Mini, Rizka, Ayu dan Kidung. Ini dia foto kami :
Maaf ya. Saya bergaya paling alay. ( Rasanya mau terjun bebas saking malunya )
Gak tau juga kenapa bisa akrab sama mereka. Yah, alasan sederhananya adalah saya, Rizka dan Mini kalo pulang naik angkot yang sama dan sering bertukar informasi ( gosip.red ) untuk mengisi waktu dalam perjalanan pulang. Terus kalo Kia, Ayu dan Kidung sering bareng kita karena ternyata mereka ngefans sama kami bertiga ( hahaha ).
Sebenarnya bukan hanya kami yang berkelompok seperti ini. Saya rasa semua teman-teman yang lain juga mlakukan hal yang sama sebagai tahap awal mengenal satu sama lain. Tapi seiring berjalannya waktu, kelompok-kelompok kecil yang ada dalam angkatan kami bisa berbaur satu dengan yang lainnya. Sekat-sekat perbedaan pun perlahan-lahan mulai runtuh karena intensitas komunikasi kami yang semakin terjaga. Maksudnya, bukan berarti kita dulu tidak saling menyapa. Namun ada rasa canggung diantara kami untuk berbagi dengan orang-orang yang tidak akrab dengan diri kita sendiri. Beda sekali dengan apa yang saya rasakan selama beberapa semester ini. Semuanya menjadi sangat menyenangkan dan hangat.
How could i forget friends like this ?
Meskipun demikian, kami juga sempat melewati berbagai kejadian-kejadian menyedihkan. Tapi itu justru membuat kami semakin kompak. Banyak orang yang berbicara tentang kami tanpa menyadari kami terlalu kuat untuk diruntuhkan. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana nanti jika kita tidak bersama lagi sepetri tiga tahun belakangan ini. Wilda pernah bilang, " kalo kita wisuda nanti, mungkin saya akan pingsan." Yah, tidak menutup kemungkinan saya juga akan melakukan hal yang sama.
Saya tidak tahu harus berkata apa tentang kalian. Saya tidak bisa berharap hubungan kita akan terus berjalan mulus karena itu tidak mungkin. Karena kita berbeda. Dan untuk mempertahankan kebersamaan, kita harus saling terbuka, lebih berempati dan lebih bersikap dewasa menghadapi perbedaan ini
Te quiero, Exist ! Me sentia perdida sin ellas...
( Aku mencintaimu, Exist ! Aku tersesat tanpa kalian.... )




0 komentar:
Posting Komentar