RSS

Pages

Kamis, 21 April 2011

The Day with Princess of Rumor

Saya sendiri tidak tahu kenapa Kamis selalu menghadirkan cerita tersendiri bagi saya. Kalau minggu lalu kami mengalami hari panjang yang kemudian berakhir di rumah Indah, maka minggu ini adalah Kamis yang berbeda. Kamis yang menyenangkan bersama Wilda, Princess of Rumor.
Rencananya, hari ini kelompok DPK ku akan menjadi penyaji untuk materi Pengukuran, Indeks dan Skala. Dari judulnya saja sudah bisa bikin bulu kuduk merinding. Terbayang sudah kami akan diserang bertubi-tubi dengan pertanyaan mematikan tentang angka. Tapi pada kenyataannya, Pak Mul tidak hadir dalam kelas. Dan terpaksa ketegangan akan berlanjut hingga minggu depan.
 Padahal sudah tampil kece dengan cardigan merah dan tas Chloe berwarna orange tua.

Maka untuk mengisi waktu, beberapa orang diantara para mahasiswa terlantar ini ada yang bergosip dan sisanya membentuk kelompok kecil yang mendiskusikan tentang pengukuran itu. Syukurlah saya masuk dalam kelompok intelligent meskipun pada akhirnya saya tergoda juga untuk bergabung dengan mereka yang heboh membicarakan seputar kehidupan asmara mereka. Kami juga sempat menonton kembali video Nurani 2008. Kami menyelipkan gelak tawa ketika melihat wajah polos dan culun saat masih maba.

Setelah itu, saya menemani beberapa gadis penerima dana segar ( beasiswa.red ) untuk mengambil pundi-pundi rupiah mereka di ATM. Mereka menampakkan wajah yang berseri-seri dan seakan-akan menggambarkan simbol dolar di mata mereka. Selanjutnya, kami menuju ke korps dan makan bersama.

Waktu terus berjalan. Korps tampak sepi karena anak ganjil masuk kelas KAB. Karena kelelahan setelah mengerjakan tugas DPK sampai tengah malam, maka saya memutuskan untuk membayarnya dengan tidur siang selama sejam. Setelah anak ganjil selesai kuliah, saya, Wilda, Ola, Asrul, Lucky, Lili dan Boen meluncur menuju BTP untuk menikmati kapurung yang katanya rasanya selangit.

Sekitar sejam-an makan siang, saya dan Wilda kemudian melanjutkan perjalanan menuju LIA. Sesampainya di sana, saya terkejut dengan kedatangan Sir Agus. Sekedar informasi, Sir Agus adalah tentor kami di level Conversation 2 yang kemudian memutuskan untuk resign dari LIA. Jujur aja, waktu tau beliau tidak akan mengajar kami lagi, saya kecewa sekali. Tiba-tiba aja jadi gak semangat kursus bahasa Inggris lagi. Menurut saya, Sir Agus itu salah satu pengajar idola saya. Saya selalu menganggap bahwa pengajar yang baik adalah pengajar yang dapat membuat saya merasa tidak tau apa-apa tetapi di saat yang sama juga mampu memotivasi saya.
Karena terlambat datang (ampun, miss Fate’!), maka saya hanya menghabiskan kurang dari sejam untuk kursus. Ternyata, hari ini lebih panjang dari yang saya duga. Wilda mengajakku untuk bertualang lagi.

Next Destination : Mall Ratu Indah
Dengan modus ingin membeli beberapa buku, saya dan Si Kecil (kenapa jadi kayak anakku ini bocah?) akhirnya sampai di MaRi sekitar pukul 18.00. Tidak tau kenapa, saya selalu tidak percaya kalau perempuan ke mall hanya bertujuan untuk membeli buku saja. Dan kami membuktikannya. Setibanya di MaRi, bukannya ke Gramedia, kami langsung menuju Matahari. Dan ini uniknya jika shopping bareng Wilda. Khususnya jika ingin membeli sepatu, maka ia harus ke bagian anak-anak berhubung kakinya memiliki ukuran di bawah rata-rata.
Merk : Fladeo Kids ; Size : 33
( curiga, saya berteman dengan kurcaci )

Setelah menentukan sepatu mana yang akan dibeli, kami lalu melanjutkan perjalanan ke Gramedia.  Sayangnya, Kicau Kacau-nya Indra Herlambang yang menjadi target utama Wilda stock-nya lagi kosong. Saking ngebetnya sama ntu buku, dia lalu mendaftarkan namanya di Gramedia agar dapat dihubungi ketika buku tersebut sudah ada.
 Sebagai pelipur lara : Pillow Talk oleh Christian Simamora dan Cinta Itu, Kamu oleh Moammar Emka

Gak beli apa-apa. Yang penting gaya.
Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 19.30. Karena perut keroncongan, maka kami memutuskan untuk makan malam di KFC. Ya ampun, BFF-an banget ya kita hari ini, Wil ! Akhirnya, petualangan menyenangkan ini harus selesai. Sekitar pukul 20.30, saya dan Wilda pun kembali ke gubuk masing-masing
Udah berasa jadi ikon-nya Kosmik !

Notes :
Belakangan baru ketahuan kalo buku yang baru aja Wilda beli yang berjudul Cinta Itu, Kamu ternyata berisi tentang puisi-puisi cinta. Saya cuma bisa bilang, “ Watch out, boys ! The Poet was born tonight ! “. Hahaha, efek kasmaran, sayang…       

Sabtu, 16 April 2011

When You Love Someone by Endah N Rhesa

I love you but it's not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you're still in my dream
And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And I can't stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

And I never thought that I'm so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong
Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way....
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

Jumat, 15 April 2011

Thursday and unplanned sleepover

Hari itu, Kamis tanggal 15 April 2011. Seperti sebelum-sebelumnya, hari Kamis memberikan tekanan tersendiri bagi saya. Mata kuliah hari itu memang cuma satu. Tapi horornya minta ampun. Beruntung, kami mendapat pencerahan dari Pak Mul mengenai materi yang tidak kami pahami sebelumnya. Thanks God !

Setelah perkuliahan selesai, saya dan teman-teman Exist lainnya melakukan serangkaian kegiatan yang menyenangkan. Hari ini, jadwal kami adalah online bareng di Café Ogie di Abdesir. Saya ke sana bersama teman lainnya, yaitu, Indah, Wilda, Kiky, Anni, Dita, Lili, Tria, Boen, dan Mini. Seperti biasa, Liox ( mobil Boen.red ) kembali menjadi korban karena massa yang melebihi kapasitasnya. Di sana ada beberapa teman dan adik-adik 2010 yang sudah datang lebih dulu. Kami menghabiskan waktu selama kurang lebih 4 jam di sana.

Karena terdesak dengan waktu semakin malam dan kondisi perut yang tak dapat ditolerir lagi, kami pun beralih ke agenda selanjutnya. Awalnya kami sempat terkendala masalah transportasi.  Tapi Tuhan memang selalu menyelipkan orang baik di tengah-tengah masa sulit. Dan orang yang Tuhan kirimkan untuk kami adalah Achos, junior angkatan 2010. Kami akhirnya meluncur menuju rumah makan Mie Awa’ yang terletak di jalan Pattimura. Sayangnya, tidak semua teman ikut untuk makan malam bersama. Setelah makan, kami langsung beranjak dari tempat yang tak pernah sepi itu karena malam semakin larut. Karena Achos harus segera pulang dan pesanan Lili dan Adnan tak kunjung datang, maka dengan senang hati, kami pun memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk dinner berdua.

Jam menunjukkan pukul 22.15. Achos benar-benar menjadi malaikat malam itu karena mau mengantar kami sampai ke rumah Indah. Saya, Kiky, Wilda dan Anni, memutuskan untuk nginap di rumah Indah karena tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Untuk yang satu ini, sungguh di luar rencana kami. Tapi tak apalah. Lagipula sangat menyenangkan bisa bercerita dengan mereka sampai tengah malam. Jika bersama Exist, memang tidak pernah kehabisan bahan untuk dibagi. Apalagi Princess of Rumor juga ikut terlibat. Kami membahas tentang kehidupan pribadi ( Anni jadi sasaran empuk ), tentang teman-teman Exist, termasuk tentang kronologis dari kejadian-kejadian yang kami alami seharian itu.

Kami bangun pukul 08.00 ( don’t try this at home, girls ). Saya dan Anni bergegas sholat Subuh yang sebenarnya lebih mirip sholat pagi. Kiky terbangun dan langsung teringat beasiswa yang dikabarkan hari itu akan cair. Sementara Wilda bilang kalau dia biasanya bangun jam 2 siang ( maklum, tiap hari nge-ronda ). Untuk sarapan, kami menyantap roti dan susu. Setelah itu, kami kembali ke kamar indah. Kembali berkumpul di atas tempat tidur seperti sarden.
 At Anfield room

Pukul 11.00, kami berpamitan dengan mamanya Indah. Tapi beliau bilang kalau dia sudah memesan makanan untuk makan siang kami. Jadi kami pun menunggu hingga selesai makan siang. Pukul 12.15, kami akhirnya harus benar-benar pulang. Kami kembali berpamitan dengan mamanya Indah yang tengah sibuk dengan setrikaannya.

Saya, Kiky dan Anni sempat transit ke Mall Panakukkang untuk mengecek beasiswa di ATM. Hasilnya nihil. Dengan perasaan kecewa karena tak ada pundi-pundi rupaih yang masuk ke rekening, kami pulang ke rumah masing-masing. Dan mengakhiri hari yang melelahkan itu.

Terima kasih buat teman-teman yang telah berpatisipasi dalam agenda Kamis lalu.
Terima kasih buat Achos yang rela di serbu gadis-gadis berisik sejagad raya.
Terima kasih buat Indah yang telah menampung kami di Anfield. Mama dan Bapaknya Indah yang memperlakukan kami seperti keluarga sendiri. Dan maaf telah banyak merepotkan.

Semoga akan ada hari yang lebih menyenangkan bersama kalian.
Anyway, sepertinya asik juga kalo Sleepover dimasukkan dalam agenda kita selanjutnya…
Ada yang bisa jelaskan, anak ini kenapa ?

Duo konde !

Senin, 11 April 2011

Letter for momma

Dear mom,
HEY MOM !
Mungkin surat ini akan membosankan buatmu karena akan banyak kata maaf yang muncul dari ujung pena ku….

Rasanya aku ingin kembali ke masa 15 tahun yang lalu. Saat umurku baru menginjak angka 5. Dimana saat mentari belum juga menghangat kau sudah terbangun dari tidurmu yang nyenyak untuk menyiapkan bekalku di sekolah. Aku juga ingin kembali merasakan pelukan tubuhmu yang hangat saat tubuh kecilku menggigil di tengah dinginnya malam.

Tapi waktu benar-benar harus berjalan. Atau lebih tepatnya berlari karena tanpa ku sadari banyak yang berubah dariku. Sadarkah kau akan hal itu, mom?? Tapi bukan itu yang kutakutkan. Ketakutan terbesarku saat waktu terus berputar adalah jika tubuhmu akan semakin renta dan tidak sanggup menampung deritamu.

Ternyata kedewasaan membuat jarak diantara kita. Kesibukanmu sebagai ibu dan wanita karir dan aku sebagai mahasiswa tingkat akhir menyebabkan komunikasi kita sedikit terhambat. Mungkin ini salahku yang tidak cukup bisa meluangkan waktuku untuk mengobrol di malam hari hanya untuk sekedar memberitahumu bahwa aku mulai jatuh cinta. Dan maafkan aku yang akan bersemangat berbicara denganmu hanya jika ingin meminta uang jajan ekstra.

Aku sangat bersyukur pada Allah SWT yang telah menitipkan ku di janin seorang SUPERWOMAN. Yah…itulah julukanku bagimu. Aku berani bertaruh kau pasti suka itu kan, mom?
Mom, aku mau minta maaf karena……
* beberapa pertengkaran kita yang diakibatkan oleh masalah sepele
* belum bisa memberimu apa pun yang membuatmu bangga
* sering menyusahkanmu dan membuatmu semakin lelah menjadi seorang ibu
* tidak menjadikanmu “ kotak curhat “ ku karena aku memang tertutup
* aku tidak pernah mengatakan “ i love you “
* sering membuatmu khawatir ( iya gak sih ? )
* aku sering berbeda pendapat denganmu
* kadang aku bersikap sok dewasa dengan egoku
*dan maaf jika aku tidak cukup baik untuk menjadi anakmu
( pokoknya, SORRY MOM ! )

Ketika tiba saatnya nanti, aku juga ingin sepertimu. Aku ingin menjadi malaikat bagi anak-anakku kelak seperti yang kau lakukan selama ini. Atau mungkin kau ini benar-benar titisan seorang malaikat? Entahlah  Tapi jika pun tidak, kau tetap yang terbaik untukku.

Banyak alasan untuk mencintaimu, mom! Karena kau menderita bukan karena sakitmu tapi sakit anak-anakmu. Karena kau tidak akan bersedih hanya karena tidak punya apa-apa tapi kau akan sedih jika tidak bisa memberikan apa-apa untuk anak-anakmu
LOVE IS YOU and THANKS FOR U’R LOVE
Your 2nd daughter
XOXO

Amigos por siempre !

Kalo kalian mengira saya akan menuliskan sinopsis telenovela remaja, itu salah ! Amigos por siempre itu dari bahasa Spanyol yang artinya friends forever atau teman selamanya. Sudah setahun ini saya tertarik pada bahasa Spanyol. Tapi kenyataannya, masih aja gak jago menggunakan bahasa ini. Sebenarnya, saya juga berminat mempelajari bahasa-bahasa lain seperti, Perancis, Korea, Jepang, dll. Tapi kapasitas otakku saja tidak bisa menampung grammar dalam bahasa Inggris. Jadi untuk mempelajarinya, saya lakukan secara otodidak, yaitu dengan membaca buku dan menonton film-film dari negara tersebut.
Oke, kembali ke benang merahnya. Saya mendedikasikan tulisan saya ini khusus untuk teman-teman kuliah saya, Exist 08. Meskipun gak dekat dengan semua teman seangkatan, tapi saya selalu merasa bahwa mereka membawa kenyamanan ketika kami bersama. Sebenarnya gak nyangka juga bisa semenyenangkan ini menjalin sebuah persahabatan dengan mereka. Bahkan saya sudah menganggap mereka saudara-saudara saya sendiri.
Flashback waktu masih semester-semester awal, saya cuma dekat dengan lima orang teman saya, yaitu Kia, Mini, Rizka, Ayu dan Kidung. Ini dia foto kami :
Maaf ya. Saya bergaya paling alay. ( Rasanya mau terjun bebas saking malunya )
Gak tau juga kenapa bisa akrab sama mereka. Yah, alasan sederhananya adalah saya, Rizka dan Mini  kalo pulang naik angkot yang sama dan sering bertukar informasi ( gosip.red ) untuk mengisi waktu dalam perjalanan pulang. Terus kalo Kia, Ayu dan Kidung sering bareng kita karena ternyata mereka ngefans sama kami bertiga ( hahaha ).
Sebenarnya bukan hanya kami yang berkelompok seperti ini. Saya rasa semua teman-teman yang lain juga mlakukan hal yang sama sebagai tahap awal mengenal satu sama lain. Tapi seiring berjalannya waktu, kelompok-kelompok kecil yang ada dalam angkatan kami bisa berbaur satu dengan yang lainnya. Sekat-sekat perbedaan pun perlahan-lahan mulai runtuh karena intensitas komunikasi kami yang semakin terjaga. Maksudnya, bukan berarti kita dulu tidak saling menyapa. Namun ada rasa canggung diantara kami untuk berbagi dengan orang-orang yang tidak akrab dengan diri kita sendiri. Beda sekali dengan apa yang saya rasakan selama beberapa semester ini. Semuanya menjadi sangat menyenangkan dan hangat.
How could i forget friends like this ?
Meskipun demikian, kami juga sempat melewati berbagai kejadian-kejadian menyedihkan. Tapi itu justru membuat kami semakin kompak. Banyak orang yang berbicara tentang kami tanpa menyadari kami terlalu kuat untuk diruntuhkan. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana nanti jika kita tidak bersama lagi sepetri tiga tahun belakangan ini. Wilda pernah bilang, " kalo kita wisuda nanti, mungkin saya akan pingsan." Yah, tidak menutup kemungkinan saya juga akan melakukan hal yang sama.
Saya tidak tahu harus berkata apa tentang kalian. Saya tidak bisa berharap hubungan kita akan terus berjalan mulus karena itu tidak mungkin. Karena kita berbeda. Dan untuk mempertahankan kebersamaan, kita harus saling terbuka, lebih berempati dan lebih bersikap dewasa menghadapi perbedaan ini
Te quiero, Exist ! Me sentia perdida sin ellas...
( Aku mencintaimu, Exist ! Aku tersesat tanpa kalian.... )



 

Sabtu, 09 April 2011

I'm back !

Hola ! Como estas, amigos ?
Nama saya Mita. Saya adalah mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Univ.Hasanuddin, Makassar. Senang rasanya bisa kembali nge-blog setelah sempat vakum selama tiga tahun. Basicly, i love writing. Because i think, spending time with writing is different when we talk to other people. Dengan menulis, kita gak perlu merasa was-was tentang perasaan partner komunikasi kita atau feedback yang tidak kita harapkan dari mereka. Ajaibnya, kertas atau media menulis yang selama ini saya gunakan memberikan kenyamanan yang tak terbatas untuk menuangkan perasaan saya.
Meskipun exciting dengan lahirnya blog ini, tapi sebenarnya saya juga bingung mau nulis tentang apa. Memang benar, menulis harus dimulai dari mood yang baik untuk mendapatkan tulisan yang memuaskan. Dan itulah masalah utama yang saya hadapi. Kadang banyak hal yang ingin saya bagi, tapi tiba-tiba saja menulis menjelma menjadi rumus matematika yang sulit untuk diterjemahkan. Jadi untuk memudahkannya, mungkin saya akan memulainya dari orang-orang di sekitar saya dan hal-hal yang membuat saya tertarik.
Saya tidak banyak berharapkan atas kehadiran blog ini. Maksudku, saya berbagi lewat blog ini hanya untuk memuaskan hasrat menulis dan sebagai cerminan bagi diri saya sendiri. Tapi jika ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain, saya rasa itu akan semakin baik.