Saya sendiri tidak tahu kenapa Kamis selalu menghadirkan cerita tersendiri bagi saya. Kalau minggu lalu kami mengalami hari panjang yang kemudian berakhir di rumah Indah, maka minggu ini adalah Kamis yang berbeda. Kamis yang menyenangkan bersama Wilda, Princess of Rumor.
Rencananya, hari ini kelompok DPK ku akan menjadi penyaji untuk materi Pengukuran, Indeks dan Skala. Dari judulnya saja sudah bisa bikin bulu kuduk merinding. Terbayang sudah kami akan diserang bertubi-tubi dengan pertanyaan mematikan tentang angka. Tapi pada kenyataannya, Pak Mul tidak hadir dalam kelas. Dan terpaksa ketegangan akan berlanjut hingga minggu depan.
Rencananya, hari ini kelompok DPK ku akan menjadi penyaji untuk materi Pengukuran, Indeks dan Skala. Dari judulnya saja sudah bisa bikin bulu kuduk merinding. Terbayang sudah kami akan diserang bertubi-tubi dengan pertanyaan mematikan tentang angka. Tapi pada kenyataannya, Pak Mul tidak hadir dalam kelas. Dan terpaksa ketegangan akan berlanjut hingga minggu depan.
Padahal sudah tampil kece dengan cardigan merah dan tas Chloe berwarna orange tua.
Maka untuk mengisi waktu, beberapa orang diantara para mahasiswa terlantar ini ada yang bergosip dan sisanya membentuk kelompok kecil yang mendiskusikan tentang pengukuran itu. Syukurlah saya masuk dalam kelompok intelligent meskipun pada akhirnya saya tergoda juga untuk bergabung dengan mereka yang heboh membicarakan seputar kehidupan asmara mereka. Kami juga sempat menonton kembali video Nurani 2008. Kami menyelipkan gelak tawa ketika melihat wajah polos dan culun saat masih maba.
Setelah itu, saya menemani beberapa gadis penerima dana segar ( beasiswa.red ) untuk mengambil pundi-pundi rupiah mereka di ATM. Mereka menampakkan wajah yang berseri-seri dan seakan-akan menggambarkan simbol dolar di mata mereka. Selanjutnya, kami menuju ke korps dan makan bersama.
Waktu terus berjalan. Korps tampak sepi karena anak ganjil masuk kelas KAB. Karena kelelahan setelah mengerjakan tugas DPK sampai tengah malam, maka saya memutuskan untuk membayarnya dengan tidur siang selama sejam. Setelah anak ganjil selesai kuliah, saya, Wilda, Ola, Asrul, Lucky, Lili dan Boen meluncur menuju BTP untuk menikmati kapurung yang katanya rasanya selangit.
Sekitar sejam-an makan siang, saya dan Wilda kemudian melanjutkan perjalanan menuju LIA. Sesampainya di sana, saya terkejut dengan kedatangan Sir Agus. Sekedar informasi, Sir Agus adalah tentor kami di level Conversation 2 yang kemudian memutuskan untuk resign dari LIA. Jujur aja, waktu tau beliau tidak akan mengajar kami lagi, saya kecewa sekali. Tiba-tiba aja jadi gak semangat kursus bahasa Inggris lagi. Menurut saya, Sir Agus itu salah satu pengajar idola saya. Saya selalu menganggap bahwa pengajar yang baik adalah pengajar yang dapat membuat saya merasa tidak tau apa-apa tetapi di saat yang sama juga mampu memotivasi saya.
Karena terlambat datang (ampun, miss Fate’!), maka saya hanya menghabiskan kurang dari sejam untuk kursus. Ternyata, hari ini lebih panjang dari yang saya duga. Wilda mengajakku untuk bertualang lagi.
Next Destination : Mall Ratu Indah
Dengan modus ingin membeli beberapa buku, saya dan Si Kecil (kenapa jadi kayak anakku ini bocah?) akhirnya sampai di MaRi sekitar pukul 18.00. Tidak tau kenapa, saya selalu tidak percaya kalau perempuan ke mall hanya bertujuan untuk membeli buku saja. Dan kami membuktikannya. Setibanya di MaRi, bukannya ke Gramedia, kami langsung menuju Matahari. Dan ini uniknya jika shopping bareng Wilda. Khususnya jika ingin membeli sepatu, maka ia harus ke bagian anak-anak berhubung kakinya memiliki ukuran di bawah rata-rata.
Merk : Fladeo Kids ; Size : 33
( curiga, saya berteman dengan kurcaci )
Setelah menentukan sepatu mana yang akan dibeli, kami lalu melanjutkan perjalanan ke Gramedia. Sayangnya, Kicau Kacau-nya Indra Herlambang yang menjadi target utama Wilda stock-nya lagi kosong. Saking ngebetnya sama ntu buku, dia lalu mendaftarkan namanya di Gramedia agar dapat dihubungi ketika buku tersebut sudah ada.
Sebagai pelipur lara : Pillow Talk oleh Christian Simamora dan Cinta Itu, Kamu oleh Moammar Emka
Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 19.30. Karena perut keroncongan, maka kami memutuskan untuk makan malam di KFC. Ya ampun, BFF-an banget ya kita hari ini, Wil ! Akhirnya, petualangan menyenangkan ini harus selesai. Sekitar pukul 20.30, saya dan Wilda pun kembali ke gubuk masing-masing
Udah berasa jadi ikon-nya Kosmik !
Notes :
Belakangan baru ketahuan kalo buku yang baru aja Wilda beli yang berjudul Cinta Itu, Kamu ternyata berisi tentang puisi-puisi cinta. Saya cuma bisa bilang, “ Watch out, boys ! The Poet was born tonight ! “. Hahaha, efek kasmaran, sayang…












