I can't deny, friend is one part of my life. Saya mengibaratkannya seperti jantung manusia yang memiliki empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan dan bilik kiri. Kalo saya menempatkan diri sendiri di serambi kanan, keluarga di serambi kiri, dia-yang-belum-diketahui-namanya ( you know what i mean ) di bilik kanan, maka saya tidak akan segan-segan menempatkan teman di bilik kiri. Begitu pentingnya mereka dalam hidup saya, maka kuputuskan untuk menghabiskan sisa waktuku untuk menjadi pribadi yang mereka cintai.
Bagi saya, teman adalah orang yang tertawa bersama kita dan bukannya menertawakan kita. Faktanya adalah saya menemui kedua jenis teman seperti itu dalam kehidupan sosial saya. Actually, it's doesn't matter as long as you know how to apologize. Bukankah idealnya hidup, harus ada hitam putihnya ?! Kasus yang sama kita bisa temui dalam hubungan pertemanan. Ada teman yang sifatnya menguatkan dan ada yang sifatkan melemahkan. Makanya saya gak setuju kalo ada yang bilang kita gak boleh pilih-pilih teman. Ya jelas boleh lah ! Lingkungan itu memiliki potensi yang besar dalam pembentukan pribadi seseorang. Dan saya gak mau tumbuh menjadi orang dengan moral yang minus.
Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman selama 21 tahun menjalani kehidupan sosial, saya pun sadar bahwa teman itu ada tingkatan-tingkatannya.
Grade 1 : Berteman karena dikenalin atau gak sengaja kenalan
Grade 2 : Berteman karena persamaan identitas, misalnya sekelas, seangkatan, se-etnis, dll
Grade 3 : Teman yang nyambung kalo diajak ngobrol dan ujung-ujungnya bisa ngasih utang ( Kekkekek... )
Grade 4 : Teman yang bersedia mendengar curhatan kita
Grade 5 : Teman yang mau berbagi cerita, menjadi pemecah kebuntuan dan bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.
Untungnya, saya selalu punya seseorang yang bisa diandalkan ketika masuk ke dalam lingkungan baru. Mulai dari TK sampe kuliah, saya selalu mendapatkan setidaknya satu orang yang membuat saya menjadi diri sendiri.
Ini teman-teman SD ku. Dari dulu sampe sekarang masih keep contact sama mereka.
Tapi paling nyambung dan biasa jalan sama dua pemburu dollar ini :
Asri, Nani and me
Ini foto pas reunian SMP di Ballroom Mall Panakukkang
Sebenarnya, saya gak akrab sama teman-teman SMPku.
Tapi, ada satu orang yang sama sintingnya kayak saya. Namanya Berthin.
Kira-kira wajahnya seperti ini :
Ini foto bareng teman-teman SMA, kelas III IPA 3
Paling heboh kalo bareng dua bocah tengik yang paling ujung atas sebelah kanan.
Namanya Rizdam dan Faiz Hilton ( Kkekeke )
Terakhir ketemu pas adegan memeras Fitra di Pizza Hut Mall Panakukkang
Faiz, me, Dede, Rizdam, Amnah, and Dachan.
Pasca ketemu mereka, perut jadi mules karena gak berhenti ketawa.
Ini foto di Fort Rotterdam
Teman-teman sekelas pas kursus di JILC plus PA-nya
Rio, Echa, Zendry, me, Rachel, Sita, Moochy, Kak Afdhal ( PA ) and Rima
Dan ini dia pamungkasnya, EXIST !!!
Personil masih lengkap waktu maba
Bazaar study tour di KFC MaRi
Setelah kelas Sistem Ekonomi Indonesia
Sebenarnya, sulit bagi saya untuk memilih siapa teman yang paling dekat diantara mereka. Meskipun saya tidak dekat dengan masing-masing diantara mereka, tapi kami sudah seperti saudara. Tapi saya cukup dekat sama yang satu ini. Mungkin karena kita sama-sama nge-fans sama The Three Lions, nge-fans sama Super Junior dan sama-sama jomblo. Kekkekekek....
The one and only, Indah "Alex" Gerrard !
I hope she feel the same way too... ^.^
Saya juga tahu diri. Saya belum menjadi teman yang baik bagi orang-orang disekitar saya. Toh kita kan gak bisa sempurna untuk semua orang. Makanya, saya bersyukur pada Allah yang telah menempatkan saya ditengah-tengah orang bisa memberikan kesempurnaan bagi saya. Karena mereka memberi tawa, tangis, motivasi dan inspirasi dalam hidup saya. Gracias por todos. Saranghae, chingu-ya !!!











0 komentar:
Posting Komentar